akhir tahun lalu gw ikutan lomba novel remaja. dari para peserta akan disaring 20 besar untuk kemudian diambil tiga pemenang. dari 20 besar itu juga akan dipilih delapan naskah untuk diterbitkan. gw mengincar delapan naskah terpilih ini. pengumuman 20 besar-nya kemarin.
dan gw ga masuk.
ini bukan pertama kali gw ikut lomba, tapi ini pertama kali gw ikut lomba dengan... percaya diri. bahwa gw akan masuk 20 besar, minimal. begitu yakin gw dengan karya yang gw ajukan. jadi kemarin saat judul naskah gw ga tertera dalam pengumuman... .... ugh. gw baca pengumumannya beberapa kali untuk memastikan judul
naskah gw emang ga ada di pengumuman. gw ga mau bikin novel lagi. ternyata gw ga punya kemampuan seperti yang gw kira. ini terlintas saat ga ketemu judul naskah gw.
tapi ada yang berbeda dari perasaan sedih dan kecewa kali ini dari yang biasanya. kali ini perasaan itu engga bertahan lama. biasanya tuh gw bakal yang drama, sampe seminggu baru bisa pulih lagi dari keterpurukan, tapi kali ini berlalu dengan sangat cepat. gw meratapi nasib sekitar 10 menit ajah kayaknya. setelah itu perhatian gw teralihkan. bahkan lupa sama sekali (sampai kemudian ingat lagi).
- mungkin karena gw udah terbiasa kalah. malah gw selalu kalah kayaknya.
- mungkin karena sebagai penulis, diam-diam gw tahu naskah ini kacau balau. bahkan sampai saat-saat terakhir pun (ini sudah draft enam yang gw masukin sebagai naskah ke lomba itu) gw masih kesulitan menentukan karakterisasi tokohnya, dan akhirnya jalan ceritanya, aksi/ reaksi, jadi kacau balau.
- mungkin karena sebagai pembaca, ini bukan jenis cerita yang mau gw baca. ga ada yang istimewa. maksimal dua bintang di goodreads.
- mungkin karena gw sudah tidak butuh hadiahnya. waktu gw ikut lomba ini, gw pengangguran, jadi hadiah juara 1 enam juta itu sangat menyilaukan mata. tapi kemudian awal bulan ini gw mulai bekerja lagi dan punya penghasilan rutin, jadi gw nyantai aja.
gw rasa semua alasan di atas yang membuat gw tidak terpuruk. kepeleset, tapi tidak terpuruk. karena sekarang juga gw masih pingin bikin novel lagi dan terus bikin. Draft enam ini bakal gw rombak habis jadi draft-draft cerita yang gw setujui, yang gw sendiri mau baca dan ngasih minimal tiga bintang di goodreads.
sepertinya gw bertambah dewasa.