2016 itu tahun paling ngga stabil dalam hidup gw.
Dari pertama pindah kerjaan udah ribet,
terus tempat kerja juga pindah-pindah sana-sini,
terus kerjaan gw juga ga jelas,
dan akhirnya soal pertemanan, ini yang paling-paling-paling... /sigh
Begitu banyak kejadian gonjang-ganjing dan menimbulkan berbagai perasaan gw. yang akhirnya, gw rasa, semakin mendekatkan gw dengan diri gw sendiri. ... tapi menjauhkan gw dengan yang lain.
Gw belajar (atau menyadari) bahwa gw (ternyata):
01. Bisa jadi manusia happy-go-lucky selama bulan Agustus-September-Oktober itu. Dan gw memberi credits ke rekan kerja/ teman nongkrong gw saat itu. I think I was the happiest-me at the time, like I'm being myself and believe (or don't care?) that everyone can accepts me. The happiest without any trigger. Genuinely felt happy and blessed because there's someone I could connected with. At last.
02. Bisa jadi manusia bodoh yang membiarkan masa lalu menguasai gw dan akhirnya merusak ke-happy-an gw sendiri... dan teman-teman. Dan kebodohan itu masih menguasai gw sampai saat ini gw menulis ini.
03. Selalu terburu-buru... Padahal gw pengen ngobrol-ngobrol dulu, tapi entah kenapa gw hanya melakukan keperluan gw terus say goodbye... and this is happen so many times I hate it.
04. Bisa menulis skrip komik yang mudah dipahami :')
05. Bisa juga bikin komik sampe 20an halaman kurang dari sebulan :')
06. Punya lidah yang jahat... Gw udah sering dengar kalau lidah gw tajam, tapi baru tahun ini gw menyadari ketajamannya karena gw ga segan-segan ngomong apapun di kantor baru. It's like I don't care to take care of anyone feeling. Jadi belakangan, gw usahakan untuk selalu ingat supaya ngga ngomong banyak-banyak terutama yang gak perlu... Tapi masih juga keceplosan kadang-kadang dan jadi menyesal.
07. Indifferent dalam level yang cukup parah gw sampe khawatir berubah jadi ignorant.
08. Bisa menangis tanpa alasan... I felt stupid and wasted my tears ._.a
09. Masih punya Inferiority Complex dalam tingkat yang menyedihkan.
10. Terlihat berbeda di cermin dan foto/ video dan itu adalah hal yang normal. Sampe sekarang gw masih berusaha belajar menerima muka gw di foto/ video.
11. Sudah menerima keluarga gw apa adanya.
12. Ngga peduli gw hidup atau engga... Dan ini yang paling menyedihkan soalnya beberapa waktu sebelumnya, waktu gue nulis resolusi gw buat tahun depan, di nomer satu, yang paling pertama terpikir, adalah: stay alive. Seperti gw sudah menyerah pada kehidupan, tapi masih menyimpan harapan. ... Atau mungkin, gw masih berbaik hati engga mau membuat orang di sekitar gw sedih. Atau sepi.
/sigh
/sigh
No comments:
Post a Comment