Dalam budaya animanga Jepang, ada istilah fujoshi, artinya, cewek yang suka dengan hubungan antar sesama cowok (atau istilah lainnya: boy's love/ yaoi). Dan gw kenal seorang fujoshi. Waktu gw baru tahu kalo dia ternyata adalah apa yang disebut fujoshi, gw sempat nanya apa daya tarik yaoi? Katanya: "Soalnya di yaoi cowoknya cakep-cakep!" Dan gw pikir, ya iya sih gw juga suka cowok cakep, tapi kalo ngeliat itu cowok cakep jadian sama cowok cakep lainnya, kok gw malah... ngiri sedih daripada kyaaa kyaaa seneng ngeliat dua cowok cakep pegang-pegangan... Jadi dari jawaban itu, gw masih ga ngerti daya tarik yaoi.
Gw inget komik yaoi pertama yang gw baca, gw lupa judulnya apa Gravitation atau Graduation. Gw baca karena ada majalah anime komik yang rekomendasiin itu komik, jadi gw pikir itu adalah komik yang bagus. Tapi gw menyerah di chapter dua karena itu komik isinya cowok semua... dan buat gw itu membosankan. Bertahun-tahun kemudian gw baru tahu kalo itu ternyata adalah yaoi. Sejak itu gw ga pernah baca komik yaoi lagi karena gw ga tertarik dengan hubungan sesama jenis.
Satu-satunya komik yang gw tungguin terbitnya tiap pekan adalah World Trigger, tapi komik ini sudah berbulan-bulan hiatus. Jadi sementara nungguin, gw baca komik-komik lain yang gw dapatkan secara acak: masukin kata kunci asal-asalan, terus dari hasil pencarian yang semuanya mengandung kata kunci tersebut (entah judul atau nama pengarang), gw cari yang covernya menarik. Dan dari sini gw jadi berkenalan dengan berbagai macam komik yang ga pernah gw sadari beredar di dunia ini (kayak: ada juga yah komik kayak gini...). Dengan cara ini juga gw menemukan begitu banyak komik yaoi yang sering gw baca belakangan.
Semua komik yaoi yang gw baca minimal ada adegan ciuman. Hampir semua ada hubungan seks. Gw belum menemukan komik yaoi yang ga ada salah satu dari dua hal tersebut. Dan emang bener, cowok-cowok di komik ini antara manis atau keren tapi selalu cakep. Tapi yang paling tidak gw sangka, juga yang menyebabkan gw jadi sering baca walaupun gw ga tertarik hubungan sesama cowok selamanya, adalah,
komik yaoi itu lebih romantis daripada komik romantis hubungan lawan jenis.
yang membuat gw berpikir mungkin ini penyebab banyak (banget?) cewek yang suka baca komik ini.
Plot umumnya adalah, cowok A terjebak dalam romansa dengan cowok B yang
agresif/ inisiatif, lalu cowok A galau sok-sok
nolak cowok B tapi karena cowok B agresif jadi mereka sering ciuman atau
berhubungan sex, akhirnya cowok A mengakui juga kalo dia suka cowok B.
Plot ini begitu umum, kayak, super umum, sampe kayak udah hukumnya plot komik yaoi yah gituh, sampe-sampe gw berpikir kalo ga ada ciuman atau hubungan sex-nya, si pasangan cowok ini ga bakalan jadian, soalnya kayak cuman kegiatan itu yang menghubungkan mereka secara emosional... dan fisikal. Jadi hubungan emosional yang dimulai dari hubungan fisik. Selalu. Selalu. Hubungan fisik mempunyai peranan yang suangat besar, sangat signifikan dalam komik yaoi, salah satunya untuk mengubah preferensi seksual cowok A.
Beberapa inisiatif cowok B bisa dimasukin ke kategori pemerkosaan/ pemaksaan tanpa persetujuan, tapi karena korbannya kemudian jadi... kebawa suasana..? jadi menikmati bahkan klimaks,... terus gw jadi ga ngerti lagi deh.. Sementara suasananya terasa manis dan romantis, tapi gw tetep ga suka acara maksa-maksa gini. Terus kemudian korbannya jadi demen... dan mereka jadian di akhir cerita.
Sigh.
Sigh.
Eniwei. Gw belon pernah menemukan serial yaoi yang lebih dari tiga buku. Kebanyakan satu buku atau satu chapter atau antalogi. Bisa dimengerti mungkin, emangnya cerita romantis cowok dengan cowok mau dibawa sejauh apa? Terlalu banyak masalah yang bertentangan dengan norma sosial untuk diintegrasikan ke dunia nyata, nanti jadinya malah drama gila-gilaan dan kehilangan aspek fantasy romantisnya itu (maksudnya terlalu romantis sampe seperti dalam fantasi/mimpi). Jadi kalo keduanya sudah mengakui perasaan satu sama lain, sudah sepakat, sudah cukup ceritanya sampe situ ajah. Sisanya biar pembaca yang melanjutkan dan menentukan dalam khayalan masing-masing.
No comments:
Post a Comment