Berapa hari terakhir, gw sedang membuat cerita tentang orang buta yang membayangkan sesuatu berdasarkan input panca indera lain: telinga, hidung, kulit...
Terus gw mikir, kenapa orang ini buta? ada apa dengan matanya? apa dia buta dari lahir?
Terus berlanjut lagi pikiran gw, kalo orang ini buta dari lahir, seumur hidup belum pernah melihat apapun, bukannya itu berarti... dia ga punya visual library? Yang berarti dia, walaupun tahu nama/ sebutan untuk suatu benda, tapi dia sendiri ga tau dengan pasti seperti apa bentuk bendanya.
Dia tahu yang cair dan basah itu air, tapi dia sendiri tidak pernah melihat air seperti apa. Asalkan dirasa basah dan cair (dan tidak lengket atau licin) berarti air, berarti dia tidak bisa membedakan air jernih dan air kotor (kotor tanpa partikel apapun, misalnya air hasil endapan tanah).
Dia bisa merasakan bentuk bulat. Atau segitiga, atau berbagai macam bentuk lainnya, yang kemudian dia terjemahkan sendiri ke otaknya menjadi suatu bentuk.. yang mungkin ajah bukan bulat atau segitiga yang kita tahu. Bulat atau segitiga yang dipahami oleh orang yang tidak pernah melihat bentuk bulat atau segitiga sebelumnya, sangat mungkin berbeda dari yang kita tahu.
Yang kemudian membuat gw berpikir (lagi), bukan hanya bentuk bulat atau segitiga, tapi mungkin ajah semua benda, semua hal! berbeda. Jadi mereka menciptakan gambaran (image) mereka sendiri, tapi karena mereka ga punya visual library, sangat mungkin bentuk(image)-nya bukan berupa gambar. Gw ga kebayang sih bentuk pustaka-nya seperti apa karena gw tidak imajinatif.
Kalo orang yang buta kemudian (sebelumnya tidak buta), berdasarkan yang gw tonton dari Notes on Blindness ((2016) - filem dokumenter tentang Profesor yang perlahan(?) menjadi buta karena operasi matanya bermasalah), dia bakal mengandalkan ingatannya saat mempelajari bentuk benda baru. Dia harus menciptakan bayangannya sendiri karena dia ga punya data visual benda itu sebelumnya (dia ga pernah liat), tapi dia akan memakai data visual yang sudah dia miliki untuk ngebantu dia ngebentuk bayangan benda baru ituh. Misal: kalo orang ga pernah liat kipas lipat sebelumnya terus jadi buta dan megang-megang kipas lipat, dia akan mengingat kertas atau kain (tergantung bahan kipasnya), yang diberi kayu-kayu tipis, lalu dilipit seperti hordeng atau rok anak SD. Tapi kalo ga punya data visual sama sekali, gimana referensiinnya?
Hmm... pengen nanya langsung ke yang pengalaman...
Berarti orang buta di cerita gw ga bisa buta dari lahir yah. Dia harus udah punya visual library jadi gw bisa mempertanggung-jawabkan cerita gw nanti.
... Okeh!
No comments:
Post a Comment