29.5.17

Amnesia vs Kepribadian

Ini mungkin terdengar random, tapi engga juga, soalnya pemicunya adalah komik berjudul Six Half buatan IKETANI Rikako.  Singkat cerita, ... siapa itu nama ceweknya.... (mikir keras)... Shiori! Nah, Shiori ini kecelakaan dan hilang ingatan (amnesia).  Ini sudah ketahuan dari halaman-halaman awal di chapter 1 komik.  Dan Shiori yang baru ini, yang amnesia, jadi sangat berbeda dengan Shiori sebelumnya.  Tapi kemudian, seiring perkembangan cerita, ada juga sifat-sikap-reaksi Shiori yang sama dengan sebelum hilang ingatan, tapi secara keseluruhan, buat orang di sekitarnya (dan Shiori sendiri), Shiori adalah orang yang berbeda dengan sebelumnya.

Yang kemudian membuat gw bertanya-tanya:
Saat gw hilang ingatan dan punya kepribadian baru, darimana munculnya kepribadian itu?
Awalnya gw punya teori begini (dari nonton anime Little Witch Academia eps. 3 tentang Akko yang masuk ke badan Suzy dan bertemu dengan banyak kepribadian Suzy), dengan gw sebagai contoh:
Jadi gw punya banyak kepribadian yang masing-masing berdiri sendiri.  Dan maksud gw tuh banyak banget, ga terhitung jumlahnya.  Gw punya kepribadian yang dominan, yang muncul sehari-hari/ setiap hari/ sering sekali, MISAL: kepribadian yang suka baca buku, suka nonton filem, nulis blog, makan melulu, tidur melulu, mandi melulu dan kegiatan-kegiatan lain yang sering gw lakukan.  Tapi gw juga punya kepribadian-kepribadian lain yang jarang melakukan sesuatu atau bahkan cuman kepribadian idaman (kepribadian yang gw pengen punya), MISAL: kepribadian yang suka dandan, suka olahraga ekstrim, suka perang, suka nari, pengen populer, pengen jadi youtuber, pengen jadi supermodel, dan lain-lain.  Nah, semua kepribadian ini ada di dalam gw.
Tapi kemudian gw lupa ingatan dan dengan demikian gw jadi lupa dengan kegiatan yang sering gw lakukan.  Gw yang ga punya ingatan dengan demikian terbebas dari rutinitas, gw taunya gw mau melakukan kegiatan tertentu pada saat itu juga.  Dengan ini, kepribadian gw yang tadinya jarang muncul atau bahkan cuman idaman, jadi punya kesempatan buat muncul dan bahkan menjadi dominan.  Maka, muncullah kepribadian gw yang baru.

Begitu teori gw.
Tadinya.

Tapi kemudian gw menggugel dan menemukan pernyataan dari seorang Karl Pribram yang katanya neuropsychologist terkenal.  Gw ga tau neuropsychologist apa (males gugel), tapi karena ada kata neuro yang berhubungan dengan saraf dan kata psychologist yang berhubungan dengan... psikologi? jadi sepertinya ucapannya bisa dipegang.  Jadi begini pernyataannya, gw edit dikit supaya singkat dan relevan:
Who you are is the sum total of all that you've experienced.  The ability to know your preferences, what you like/ dislike (gained) through accumulated memory is what defines you as a person.
Gw pikir pernyataan di atas masuk akal dan kalo (maksa) disambung-sambungin ama teori gw:  karena ingatan gw yang membuat gw sering memilih melakukan kegiatan tertentu hilang, gw jadi ga punya alasan untuk melakukan kegiatan tersebut dan akhirnya mungkin melakukan kegiatan baru yang gw ingin lakukan pada saat itu juga.  Dan perlahan kegiatan baru ini akan membentuk kepribadian gw yang baru.  Lalu, karena gw ga punya ingatan tentang orang-orang juga, jadi gw menganggap semuanya adalah orang asing dan karena itu perasaan/ sikap gw mungkin akan netral sama mereka, sampe gw punya pengalaman baru dengan mereka yang akan memberikan gw perspektif baru tentang mereka yang kemudian, yah, kembali membentuk kepribadian gw yang baru.

Gw masih bilang mungkin, karena, gw/ kita/ manusia itu 'kan dibentuk dari pengalaman/ ingatan selama tumbuh besar, dan mungkin ada pengalaman/ ingatan tertentu yang meninggalkan perasaan begituh.... menusuk, sangat menusuk, yang ga bisa disembuhkan oleh waktu.  Sehingga waktu hilang ingatan pun, di mana seharusnya perasaan yang timbul karena ingatan itu juga menghilang, tapi karena terlalu kuat/ trauma?, perasaan yang menusuk itu tetap ada bekasnya.  Jadi walau gw menganggap seseorang adalah orang asing karena gw ga ingat apapun tentang dia, padahal sebelumnya dia adalah seseorang yang sangat gw cintai, atau sebaliknya sangat gw benci, maka akan ada sesuatu yang membuat gw merasa nyaman/ ngga nyaman sama dia.  Sesuatu yang gw ga ngerti karena ingatan gw tentang dia hilang, tapi perasaannya masih ada.

Sama satu lagi, walaupun manusia dibentuk oleh pengalaman selama tumbuh besar, tapi gw rasa dari lahir pun setiap manusia itu udah punya sifat bawaan, kayak misalnya ada bayi yang nangis melulu atau sebaliknya kalem.  Jadi waktu hilang ingatan pun, teori gw, sifat bawaan ini tetap ada dan menjadi pembimbing aksi/ reaksi gw yang hilang ingatan untuk membentuk kepribadian baru.

Gw sempet mau mempelajari cara kerja otak/ ingatan gara-gara topik ini, tapi apa alas, bawaannya gw emang malas :-/ 

Gw juga sempet pengen amnesia ajah supaya punya kepribadian baru, tapi gw jadi khawatir dan cukup yakin kalo gw bakal menjadi lebih parah dari gw yang sekarang hahahah

No comments:

Post a Comment